keragaman budaya dan bahasa di indonesia

Bahasa Daerah di Indonesia Yang Terancam Punah

Hai….. sahabat Jejaring. Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya salah satunya adalah bahasa. Indonesia memiliki ribuan bahasa daerah namun bahasa ini mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia sehingga keberadaan bahasa daerah terancam punah, kali ini saya akan mebahas bahasa di Indonesia yang hampir punah beserta penyebahnya.

 keragaman budaya dan bahasa di indonesia

Bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi baik secara lisan, tulisan atau gerakan yang bertujuan untuk menyampaikan maksut hati kepada lawan bicara.

Bahasa-bahasa di Indonesia yang terancam punah :

  1. Bahasa Mapia di Papua hanya 1 penutur.
  2. Bahasa Hukumia di Maluku hanya 1 penutur.
  3. Bahasa Tandia di Papua hanya 2 penutur.
  4. Bahasa Kayeli di Maluku hanya 3 penutur.
  5. Bahasa Bonerif di Papua hanya 4 penutur.
  6. Bahasa Nakaela di Maluku hanya 5 penutur.
  7. Bahasa Kamarian di Maluku hanya 10 penutur.
  8. Bahasa Hoti di Maluku hanya 10 penutur.
  9. Bahasa Hulung di Maluku hanya 10 penutur.
  10. Bahasa Lengilu di Kalimantan hanya 10 penutur.
  11. Bahasa Saponi di Papua hanya 10 penutur
  12. Bahasa Salas di Maluku hanya 50 penutur.
  13. Bahasa Lom di Sumatera hanya 50 penutur.
  14. Bahasa Budong-Budong di Sulawesi hanya 70 penutur.
  15. Bahasa Dampal di Sulawesi Tengah hanya 90 penutur.
  16. Bahasa Punan Merah di Kalimantan hanya 137 penutur.
  17. Bahasa Kareho Uheng di Kalimantan hanya 200 penutur.
  18. Bahasa Bahonsuai di Sulawesi Tengah hanya 200 penutur.
  19. Bahasa Baras di Sulawesi Tengah hanya 250 penutur.
  20. Bahasa Sikka di NTT hanya 500 penutur.

Fungsi bahasa secara umum :

  1. Alat komunikasi.
  2. Sarana untuk berekspresi.
  3. Alat untuk mengadakan interaksi dan adaptasi sosial.

Fungsi bahasa secara khusus :

  1. Mewujudkan sastra.
  2. Mengekploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
  3. Mengadakan hubungan dalam pergaulan.
  4. Mempelajari naskah-naskah kuno.

Penyebab punahnya bahasa daerah di indonesia :

1. Para orang tua tak lagi mengajarkannya.
Orang tua yang tak menggunakan bahasanya di dalam rumah, tidak mengajarkan bahasanya kepada anak,  secara tidak langsung anak tidak akan pernah mengerti tentang bahasa daerah orang tuanya.

2. Pilihan sebagian masyarakat untuk tidak menggunakannya dalam ranah komunikai sehari-hari.
Bahasa yang tidak digunakan lama kelamaan akan terlupakan dan akan mengalami kepunahan.

Faktor-faktor yang mendorong cepat punahnya bahasa di Indonesia :

  1. Kecilnya jumlah penutur.
  2. Usia penutur.
  3. Digunakan/tidak digunakan bahasa ibu oleh anaknya.
  4. Penggunaan bahasa lain secara reguler dalam latar budaya yang beragam.
  5. Perasaan identitas etnik dan sikap terhadap bahasanya secara umum.
  6. Dominasi bahasa indonesia.
  7. Kebijakan pemerintah.
  8. Urbanisasi.
  9. Penggunaan bahasa dalam pendidikan.
  10. Gengsi menggunakan bahasanya sendiri.
  11. Keberaksaraan.
  12. Instrusi dan eksploitasi ekonomi.
  13. Kebersastraan.
  14. Kedinamisan para penutur.

Gejala-gejala kepunahan bahasa di masa depan :

  1. Penutur generasi terakhir tak lagi menggunakan bahasa ibu.
  2. Usaha merawat identitas etnik tanpa penggunaan bahasa ibu.
  3. Penurunan secara drastis jumlah penutur aktif.
  4. Semakin berkurangnya ranah penggunaan bahasa.
  5. Pengabaian bahasa ibu oleh penutur muda.
  6. Semakin punahnya dialek-dialek suatu bahasa.

Usaha untuk melestarikan bahasa :

  1. Niat untuk mempelajari bahasa daerah.
  2. Menciptakan rasa cinta,bahagia, dan rasa ingin melestarikan bahasa daerah.
  3. Menambah wawasan tentang bahasa daerah.
  4. Memasukan bahasa daerah dalam kurikulum pendidikan.
  5. Membangun sebuah sistem penerjemah yg mampu mengakomodir seuruh bahasa daerah di indonesia.
  6. Menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah tadi penjelasan dan uraian singkat tentang bahasa-bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah. Semoga bermanfaat ya.

One comment on “Bahasa Daerah di Indonesia Yang Terancam Punah

Leave a Reply