imperative

Cara Mudah Memahami Imperative dan Causative

Hai kali ini kita belajar tentang materi Bahasa Inggris kelas 11 yaitu IMPERATIVE dan CAUSATIVE verb. Pasti sudah bête kalau membahas Bahasa Inggris tapi tenang ayo kita belajar bersama supaya lebih gampang. Bahasa Inggris akan lebih mudah kalau kita membuatnya gampang…. 🙂

IMPERATIVE

IMPERATIVE

Nah sesuai materi Bahasa Inggris kita kelas 11 pasti pada bingung sama namaya imperative, nah apa sih imperative itu sebenernya? Yuk kita belajar bersama.

Imperative adalah verb (kata kerja) yang digunakan untuk memberikan command (perintah)warning (peringatan)advice(nasehat), instruction (instruksi/petunjuk), maupun request (permintaan). Verb ini merupakan satu dari tiga verb mood(termasuk: subjunctive dan indicative).

Aturan Penggunaan Imperative

  • Kata kerja yang digunakan merupakan bareinfinitive (tanpa “to”).
    Contoh:
    Go! , Be Careful! , Sit down!
  • Verb ini tidak membutuhkan penambahan subject karena subject “you” telah tersirat (ellipticalconstruction).
    Contoh:
    Shut the window!
  • Kata kerja dapat dibuat lebih sopan dengan menambahkan kata “do” di depan verb.
    Contoh:
    Do open the door
  • Bentuk negatif didapat dengan menambahkan “don’t” atau “do not” di depan verb.
    Contoh:
    Do not step on the grass. Don’t be careless.
  • Jika pembicara ikut serta dalam tindakan yang diajukan di dalam kalimat, tambahkan “let’s” atau “let us” maupun bentuk negatifnya, “let’s not” di depan verb.
    Contoh:
    Let’s go to the wedding ceremony. Let’s not complain anymore.

Fungsi dan Contoh Imperative

Beberapa contoh imperative dengan fungsi-fungsinya adalah sebagai berikut.

Fungsi

Keterangan

Contoh Imperative

Imperative digunakan untuk memberikan direct order/command (perintah langsung) Perintah biasanya diberikan oleh orang yang memiliki authority(kewenangan) atau kepada anak-anak maupun binatang. Jikaimperative di dalam kalimat, Intonasi menurun pada akhir kalimat. Wake up now!
(Bangun sekarang!)
Get out!
(Keluar!)
Imperative digunakan untuk memberikanwarning/prohibition(peringatan) Biasanya untuk memperingatkan seseorang akan bahaya. Intonasi meninggi pada kata terakhir. Watch out!
(Awas!)
Don’t touch me!
(Jangan sentuh saya!)
Imperative digunakan untuk memberikan advice (nasehat) Kalimat diucapkan dengan intonasi normal. Don’t be panic.
(Jangan panik.)
Do not eat too much.
(Jangan makan terlalu banyak.)
Imperative digunakan untuk memberikaninstruction(instruksi/petunjuk)

Go straight ahead then turn left.
(Jalan lurus ke depan lalu belok kiri.)
Take the pill after a meal.
(Minum pil setelah makan.)
Imperative digunakan untuk mengajukanrequest(permintaan/permohonan) Untuk mengajukan request, dapat digunakan kata “please” untuk membuat kata kerja ini menjadi lebih sopan. Please don’t go.
(Tolong jangan pergi.)
Please reconsider.
(Tolong pertimbangkan kembali.)
Let me alone, please.
(Biarkan saya sendiri.)
  • Polite request:
  • would you like to give me some food,please?
  • Could you please stay here?
  • Will you invite him, please?

CAUSATIVE

causative

Nah bukan hanya imperative kali ini kita akan membahas tentang causative verb juga, causative dan imperative juga saling terkait loh!!! Apa sih causative itu?

Causative verb itu menunjukkan bahwa seseorang/sesuatu secara tidak langsung bertanggung jawab terhadap sebuah tindakan. Subjek tidak melakukan tindakan itu sendiri, tetapi justru menyebabkan seseorang/sesuatu yang lain melakukannya.

Contoh:

– Yesterday I had my hair cut.

Pembicara pada kalimat di atas tidak memotong sendiri rambutnya, tetapi justru membuat orang lain melakukannya – Saya “menyebabkan” mereka memotong rambut saya.

Have

Have merupakan causative verb yang umum. Ketimbang melakukan sesuatu dengan diri kita sendiri, kita “menyuruh” orang yang lain untuk melakukannya. Bentuknya sebagai berikut:

Kata kerja “to have” + objek + past participle (verb 3).

Contoh:

– I had my jacket cleaned yesterday.
– Did you have your computer fixed?

Terkadang kita menggunakan have sebagai causative verb ketika kita ingin melakukan tindakan oleh diri kita sendiri. Contoh:

– When will the report be ready? I’ll do it by tomorrow morning.
– When will the report be ready? I’ll have it done by tomorrow morning.

Dengan menggunakan causative, kalimat ke-dua diatas mengalihkan perhatian dari pelaku tindakan, dan lebih memberikan perhatian kepada tindakan yang sedang dilakukan. Ini kedengaran sopan dan profesional.

Get

Get sering digunakan ketimbang have.

Contoh:

  • I got my computer fixed – I had my computer fixed. Kedua kalimat ini maknanya sama.
  • I got my jacket cleaned. – I had my jacket cleaned. Kedua kalimat ini maknanya sama.
  • Causative verbs sering digunakan bersama dengan pengalaman-pengalaman negatif. Pada situasi-situasi ini lebih umum menggunakan have. Contoh:
  • I had my wallet stolen. (Saya sebenarnya tidak menyebabkan dompet saya dicuri – seseorang mencuri dompet saya dariku)
  • She had her window smashed.
Let

Let digunakan untuk membolehkan seseorang melakukan sesuatu. Bentuknya adalah let + orang + verb.

Contoh:

         John let me drive his new car.

         Will your parents let you go to the party?

         I don’t know if my boss will let me take the day off.

Make

Make digunakan untuk memaksa seseorang melakukan sesuatu. Bentuknya adalah (make+orang+ verb.)

Contoh:

  • My teacher made me apologize for what I had said.
  • Did somebody make you wear that ugly hat?
  • She made her children do their homework.

Leave a Reply