anak yang hipersensitif

Cara Mudah Mengenali Permasalahan Emosi Pada Anak

Banyak faktor yang menentukan munculnya permasalahan ini dan yang paling utama adalah peranan keluarga. Fondasi emosi yang sehat dibangun atas dasar penerimaan dan penghargaan terhadap dirinya. Perwujudan dari perasaaan ini, yang paling awal adalah anak dapat merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Jika anak kehilangan perasaan ini maka sulit ia akan memiliki emosi yang sehat. Pokok pangkal timbulnya permasalahan emosi adalah kurangnya kasih sayang atau sentuhan afeksi. Uraian tersebut dapat kita ikuti dalam pembahasan sebagai berikut :

1. Kekurangan afeksi

Meliputi perasaan kasih sayang, rasa kehangatan dan persahabatan yang ditujunjukkan pada orang lain. Setiap orang mempunyai kebutuhan untuk memberi dan menerima afeksi. Kurangnya afeksi pada masa bayi dapat membahayakan perkembangan. Gangguan yang ditimbulkan akibat dari kurang afeksi antara lain :

  • Perkembangan fisik yang terlambat
  • Gagap atau mengalami gangguan bicara
  • Sulit konsentrasi
  • Sulit mempelajari bagaimana membina hubungan dengan orang lain
  • Agresif dan nakal
  • Kurangnya minat terhadap orang lain, menarik diri, egois dan penuntut
  • Pada taraf berat dapat menyebabkan gangguan jiwa

anak yang kekurangan afeksi2. Anxiety (cemas)

Adalah rasa takut pada sesuatu tanpa sebab yang jelas, yang sering kali berlangsung lama. Pada anak, rasa cemas biasanya terjadi saat ia berusia sekitar 3 tahun. Bentuknya bisa berupa cemas, kehilangan kasih sayang orang tua, rasa sakit, merasa berbeda dengan orang lain atau mengalami kejadian yang tidak menyenangkan. Pada usia 2-6 tahun pikiran tentang bahaya yang nyata maupun yang ada dalam imajinasinya sendiri sering kali menjadi sumber kecemasan. Gejala yang bisa terlihat dari rasa cemas pada anak bisa berupa gelisah, menangis, sulit tidur, mimpi buruk, sulit makan, gangguan pencernaan kesulitan bernapas dan tics. Anak yang sangat pencemas sering kali tidak populer, kurang kreatif, dan kurang bisa bergaul dibanding anak seusianya. Akibat dari kecemasannya, kemampuan dan kompetensi anak sering kali tidak berfungsi secara optimal.

anak yang cemasPenyebab utama kecemasan adalah kurangnya rasa aman. Berikut sumber-sumber yang menimbulkan rasa tidak aman pada anak, sebagai berikut :

  • Orang tua dan guru yang tidak konsisten
  • Orang tua yang terlalu menuntut kesempurnaan
  • Tidak adanya aturan yang jelas dari orang tua mana yang boleh dan tidak boleh, mana yang buruk dan yang baik.
  • Kritik yang berlebihan dai orang tua atau orang lain
  • Seringnya anak diingatkan mengenai tugas dan tanggungjawabnya apabila ia dewasa kelak
  • Merasa bersalah
  • Model dari orang tua
  • Frustasi yang terus menerus.

Adapun upaya yang dapat dilakukan guru ataupun orang tua untuk menangani anak yang cemas, dianataranya :

  • Menentramkannya
  • Mencoba untuk mengalihkan perhatian anak dari hal-halĀ  atau bayangan-bayangan yang membuatnya cemas.
  • Tidak mendesak anak untuk memberikan penjelasan
  • Ajaklah anak untuk melakukan relaksasi
  • Melakukan hal-hal yang menenangkan
  • Membiasakan anak mengekspresikan perasaannya melalui permainan atau cerita
  • Meminta bantuan ahli bila kecemasan anak berlarut-larut

3. Hipersensitivitas

Adalah kepekaan emosional yang berlebihan dan cukup sering di jumpai pada anak-anak. Anak dikatakan hypersensitive apabila ia mudah sekali merasa sakit hati. Anak yang hypersensitive biasanya juga mudah marah (temperamental) dan sering mengalami suasana hati yang murung tanpa penyebab yang jelas. Penyebab tumbuhnya sikap hypersensitive diantaranya karena merasa kurang atau tidak sama dengan orang lain.

anak yang hipersensitifAdapu langkah yang dapat dilakukan orang tua ataupun para pendidik dalm menangani anak hypersensitive diantaranya:

  • Menghindari sikap overprotective pada anak
  • Dalam proporsi yang wajar anak perlu diperkenalkan pada kritik
  • Mengajarkan anak untuk memandang dirinya secara proporsional
  • Mengajarkan keterampilan untuk mengatasi masalah pada anak

4. Fobia

Adalah perasaan takut yang irasional terhadap suatu objek yang sebenarnya tidak berbahaya atau tidak menyeramkan. Fobia merupakan suatu gangguan psikologis yang perlu di atasi. Fobia terdiri dri aspek emosi dan tingkah laku. Jadi, penderita fobia biasanya merasa takut yang sangat amat terhadap suatu objek. Penderita tidak mampu menahan atau mengendaliakn dirinya. Penderita pun sadar kalau rasa takutnya tidak beralasan. Aspek ini dikenal sebagai tingkah laku compulsive.

anak yang fobiaUsaha penyembuhan harus dimulai dengan mengembalikan rasa percaya diri anak, untuk kasus fobia yang sangat mengganggu, penyembuhan biasanya disertai dngan terapi psikologis oleh seorang ahli.

Ada lima jenis fobia yang sering ditemui pada anak-anak terhadap:

  • Agoraphobia (ruang terbuka)
  • Claustrophobia (ruang tertutup)
  • Acrophobia (tempat yang tinggi)
  • Mysophobia (tempat kotor dan infeksi akibat kuman)
  • Photophobia (terhadap suatu benda)

Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya emosi adalah sebagai berikut :

  • Latar belakang keluarga yang kasar.
  • Perasaan tertolak secara fisik ataupun emosional oleh pihak orang tua.
  • Orang dewasa yang belum dewasa dan memiliki kematangan yang cukup untuk melakukan pengasuhan anak.
  • Kehilangan terlalu dini untuk merasakan kedekatan dengan orang yang disayangi.
  • Orang tua yang tidak mampu mencintai anaknya.
  • Perasaan cemburu yang berlebihan dan tidak ditangani dengan baik.
  • Situasi baru dimana anak belum siap dalam menghadapinya.
  • Mendapat gertakan, gangguan, dan ketidakeramahan dari anak yang lain.
  • Cacat fisik atau memiliki postur tubuh yang berbeda dengan anak lain.

Leave a Reply