rumah di tepi sungai

Masalah Banjir

Hai sahabat jejaring, pada awal tahun ini sering kali kita mendengar berita tentang banjir dimana-mana. Yang di Jakarta, yang di Manado dan di daerah lainnya. Itu adalah bencana yang mungkin semua orang tidak harapkan. Bagimanakah mencegah banjir? Pasti semua orang tidak ingin banjir. Inilah beberapa cara agar tidak tejadi banjir!!
Selamat membaca !!
banjir di jakarta
Penyebab Banjir
Banjir itu sebenarnya seperti pemerintahan DEMOKRASI : dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat. Loh kok bisa? Tentu saja bisa, karena banjir itu tidak akan terjadi bila kita :
1. Menebang Pohon Tanpa Tebang Pilih atau di Reboisasi.
tebang pohon
Hutan yang gundul dapat mengurangi daya resap air saat hujan turun. Jika di daerah pegunungan sudah tidak ada daerah resapan lagi, pasti air hujan atau air banjir itu akan turun ke daerah dataran rendah.

2. Membuat tanah ditutup dengan aspal, semen, dan yang lainnya.
pengaspalan
Dengan menutupi tanah dapat membuat daerah resapan menjadi tertutup. Dan membuat semen mengitari pohon. Jika terjadi hal demikian dapat membuat air yang akan diserap pohon tersebut tidak dapat masuk ke dalam tanah.

3. Membuang sampah di selokan, sungai, dan tempat mengairi lainnya.
sampah di sungai
Bila kita membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai dapat membuat air yang mengalir itu menjadi tersumbat.

4. Membangun rumah sembarangan.
rumah di tepi sungai
Membangun rumah sembarangan itu dapat membuat jalannya air menjadi terganggu. Apalagi jika kita membangun rumah di dekat sungai, atau di atas sungai. Itu dapat membuat luas sungai tersebut lama-lama menjadi sempit. Jika menjadi sempit, saat hujan lebat pasti akan banjir.

Penyakit yang sering terjadi saat banjir.
Saat banjir pasti itu akan membawa banyak sekali penyakit. Terutama penyakit kulit. Inilah beberapa penyakit yang harus diwaspadai saat banjir datang :

1. Diare.
Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur dangkal akan banyak ikut tercemar. Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat.

2. Demam Berdarah.
Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk Aedes Aegypti yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas, serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya penularan juga semakin meningkat.

3. Leptospirosis.
Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang. Di Indonesia hewan penular terutama adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut ke luar menyelamatkan diri.
Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut potensi dapat terinfeksi dan akan jatuh menjadi sakit.

4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama dapat berupa batuk dan demam, kalau lebih berat dapat/mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dll.

5. Penyakit kulit.
Penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir maka masalah utamanya adalah kebersihan yang tidak terjaga baik.
penyakit kulit
6. Penyakit saluran cerna lain.
Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan memegang peranan penting.

7. Perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita.

Selain itu juga perlu diperhatikan perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila banjir berhari-hari.

Cara mencegah banjir dan penyakit saat banjir.
Setiap peristiwa pasti ada solusinya. Dan solusi banjir di antaranya adalah berikut :

1. Tidak membuang sampah sembarangan.
Biasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kalau bisa buanglah sampah sesuai jenisnya. Sampah kering sendiri dan sampah basah sendiri.

2. Jangan membuat halaman disemen.
Janganlah menyemen pekarangan rumah. Lebih baik tanamlah pohon di pekarangan rumah jika bisa. Selain mencegah banjir juga dapat membuat rumah menjadi sejuk.

3. Cuci tangan.
Cucilah tangan sebelum makan atau saat akan menyentuh hal-hal yang akan masuk ke dalam tubuh.

4. Mandi.
Mandi minimal 2 kali dalam sehari. Saat banjir banyak sekali kuman yang menempel di kulit kita.

Itulah tadi beberapa tips dari saya. Ingat banjir tidak akan pernah terjadi jika bukan karena kita. Jadi jagalah lingkungan kita ya !!

Leave a Reply