tokoh cepot

Mengenal Wayang Golek dari Jawa Barat

Di sini saya akan memberikan ilmu tentang kesenian Jawa Barat yang harus kita ketahui dan kita lestarikan yaitu Wayang Golek. Wayang Golek adalah boneka kayu yang dimainkan oleh seorang Dalang yang diceritakan sesuai cerita kesenian wayang golek saat ini memang lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat dan memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material. Ketika di masyarakat ada perayaan, baik hajatan maupun pernikahan biasanya pagelaran wayang golek akan ditampikan sebagai sarana hiburan rakyat.

wayang golek jawa barat

Salah satu klan yang paling terkenal dari dalang-dalang telah diawetkan tradisi ini adalah keluarga Sunarya dan warisan terus sampai hari ini. Ukiran dan perforasi digunakan pada boneka telah menjadi semakin rumit dan sangat bergaya dalam bentuk hari ini. Boneka memiliki sekitar 25 jenis tutup kepala yang mewakili tokoh-tokoh kuat dalam masyarakat tradisional Indonesia. Sampai hari ini, form di boneka tersebut biasanya menggambarkan kemuliaan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kesabaran.

dalang wayang golek

Dalang Asep Sunandar Sunarya

Pada masyarakat pedesaan, wayang golek dapat dijadikan alat untuk mengukur status sosial seseorang. Artinya apabila di kampung mereka ada orang yang menanggap wayang golek, apalagi dalangnya ternama, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut dapat dikatagorikan sebagai orang berada.
Musik yang dipergunakan untuk mengiringi pagelaran Wayang Golek adalah karawitan Sunda yang berlaraskan pelog/salendro. Instrumen musik tersebut ditabuh oleh beberapa orang Nayaga atau Juru Gending, adapun alat musik tersebut lengkap adalah sebagai berikut :

  1. Saron 1 Saron 2 – Peking – Demung – Selentem
  2. Bonang – Rincik – Kenong – Gambang
  3. Rebab – Kecrek – Kendang – Bedug Gong

Kedudukan musik dalam pergelaran wayang golek demikian pentingnya, ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pertunjukan itu sendiri. Mulai dari tatalu (overture) kawin/lagu, tari dan perang wayang, dialog, pembangunan suasana, pengisi celah antar adegan, semuanya diiringi dengan musik di samping itu, musik itu pun harus disesuaikan dengan karakter-karakter wayang yang diiringinya

Wayang Golek Sunda dapat dipertunjukkan siang hari ataupun malam. Hal ini dikarenakan pagelaran tersebut tidak menggunakan kelir seperti halnya pagelaran wayang kulit dari Jawa Tengah atau Jawa Timur. Pertunjukan siang hari biasanya dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 16.00 WIB, sedangkan pertunjukan malam hari diselenggarakan mulai pukul 21.30 sampai menjelang adzan subuh. Tempat pertunjukan bisa dilaksanakan di mana saja, di dalam ruang tertutup atau di tempat terbuka asal tempat tersebut mampu menampung jumlah pemain dan penontonnya. Baik di dalam ruangan ataupun di tempat terbuka pagelaran wayang golek membutuhkan panggung. panggung tersebut biasanya lebih tinggi dari pada kedudukan penonton, hal ini dimaksudkan agar para penonton tersebut dapat melihat dengan jelas jalannya pertunjukan.

Tokoh-tokoh wayang golek :

1. Cepot

tokoh cepottokoh cepot
Cepot adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen (sebetulnya Cepot lahir dari Saung). Wataknya humoris, suka banyol ngabodor, tak peduli kepada siapa pun baik ksatria, raja maupun para dewa. Kendati begitu lewat humornya dia tetap memberi nasehat petuah dan kritik.
Kehadirannya dalam setiap pagelaran wayang golek sangat dinanti-nanti karena kekocakannya. Asep Sunandar Sunarya menjadikan si Cepot sebagai kokojo/tokoh unggulan pada setiap pagelaran. Bahkan tanda tangan Asep Sunandar ditulis atas nama Cepot.

2. Semar

tokoh semar

tokoh semar

Semar Badranaya adalah penjelmaan dewa, yakni Batara Ismaya. Istrinya bernama Sutiragen putra Raja dari kerajaan Sekarnumbe. Anaknya bernama Cepot, Dewala dan Gareng. Mempunyai bentuk unik. bertubuh hitam berwajah putih.
Disebut pria tapi berbuah dada dan berbokong besar. Disebut wanita tapi berjakun. Disebut masih anak-anak atau muda tetapi berkulit keriput. Disebut berdiri tapi duduk disebut duduk tetapi terlihat berdiri. Disebut sudah tua tetapi berkuncung di kepalanya. Bermakna setiap manusia baik pria, wanita, orang tua atau anak-anak muda seharusnya berhati bersih, suci seperti putihnya wajah semar.

3. Hanoman/Anoman

tokoh hanoman

tokoh hanoman

Anoman Perbancana Suta, atau Hanoman, kera berbulu putih putra Batara Guru dari Dewi Anjani. Anoman memiliki beberapa ajian.

  • Aji Pancasona, kekuatan menerima bacokan musuh.
  • Bayu Bajra, pukulan dengan tenaga ratusan kali sehingga bisa menjepit gunung sonara-sonara untuk menjepit tubuh dasamuka.
  • Pancanaka, kuku ibu jarinya yang bisa digunakan sebagai senjata pembunuh yang hebat.
  • Bayu Rota, kekuatan atau kecepatan secepat angin.
  • Sirna Bobot, aji untuk meringankan tubuh saat terbang atau pun loncat.

4. Arjuna

tokoh arjuna

tokoh arjuna

Arjuna adalah putra Pandu yang ke-tiga dari ibu Dewi Kunti. Disebut juga panengah Pandawa Tinggal di Madukara, bagian dari kerajaan Amarta, Berparas tampan, banyak disukai wanita. Memiliki senjata pusaka keris Pancaroba, Ali-ali Ampal dan panah Pasopati, Arjuna sangat taat kepada gurunya, yaitu Resi Drona dari kerajaan Astina. Memilika putra salah satunya adalah Abimanyu.

5. Gatot Kaca

tokoh gatot kaca

tokoh gatot kaca

Gatot Kaca sakti mandraguna dengan segala ilmu dan aji-aji pamungkasnya seperti Brajamusti, Krincing Wesi, Bajingiring, Garuda Ngapak dan sebagainya. Dipercaya menjadi panglima perang negara Pringgadani. Dikenal dengan julukan otot kawat, tulang baja, daging besi.

6. Nakula

tokoh nakula sadewa

Nakula yang dalam pedalangan Jawa disebut pula dengan nama Pinten (nama tumbuh-tumbuhan yang daunnya dapat dipergunakan sebagai obat) adalah putra ke-empat Prabu Pandu Dewanata, raja negara Astina dengan permaisuri Dewi Madrim, putri Prabu Mandrapati dengan Dewi Tejawati, dari negara Mandaraka.
Nakula lahir kembar bersama adiknya, Sahadewa atau Sadewa (pedalangan Jawa). Nakula juga menpunyai tiga saudara satu ayah, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti, dari negara Mandura bernama Puntadewa, Bima/Werkundara dan Arjuna.

7. Sadewa

tokoh nakula sadewa

Sadewa merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Nakula, yang lebih besar darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti, istri Pandu yang lain. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana.

Demikianlah beberapa tokoh Wayang Golek dari Jawa Barat. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya.

One comment on “Mengenal Wayang Golek dari Jawa Barat

Leave a Reply