berlari di atas roller

Peduli Kesehatan

Pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa dicegah atau dihindari.

anak-anak yang gembiraKita ingin selalu sehat sempurna, dengan kondisi sehat, maka produktifitas akan tetap terjaga, bahkan akan semakin meningkat. Sehat memberi rasa tentram, bahagia, nyaman, damai juga akan memunculkan aura positif dalam diri kita, lebih jauh kita pahami apa itu sehat, menurut WHO, 1947 sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947), pendapat lain yaitu (UU N0. 23/1992 tentang kesehatan) Sehat/kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis, (menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975) Sehat sebagai berikut: Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Dan beberapa pendapat lain mengatakan Sehat adalah perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. (Pender, 1982) dan Sehat adalah fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces) yang menjamin tindakan untuk perawatan diri (self care actions) secara adekuat. Self care Resouces: mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Self care Actions merupakan perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan fungsi psikososial dan spiritual. (Paune, 1983)

Mari kita hidup sehat!!!!
happy docterMasalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan sebagainya.Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psychosocio somatic health well being, merupakan resultante dari 4 faktor. faktorBehaviour atau perilaku, Heredity atau keturunan, Health care service berupa program kesehatan yangbersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dan environment atau lingkungan., dimana kondisi lingkungan dalam rumahtangga (micro environment) sangat berpengaruh dan sangat menentukan derajat kesehatan penghuninya.demikian pula lingkungan kerja (meso environment) apabila seseorang sebagai karyawan maka lingkungan kerja juga akan berpengaruh besar terhadap individu yang bersangkutan, serta lingkungan luas (macro environment) misalnya lingkungan hunian dimana seseorang tinggal juga sangat berpengaruh terhadap kesehatannya/atau individu yang berdomisili didalam lingkungan tersebut.

be healthyDari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Selain itu kesehatan Bersifat Menyeluruh, Untuk mewujudkan tingkat kesehatan seseorang, kelompok atau masyarakat melalui dimensi kesehatan yang saling mempengaruhi mengandung 4 (empat) aspek yaitu : Kesehatan fisikterwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.Kemudian kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran, emosional sehat tercermin dari kemampuanseseorang untuk mengekspresikan emosinya, dan spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan terhadap sesuatu diluar alam fana ini yakni Tuhan Yang Maha Kuasa/ALLOH SWTdalam agama islam. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktek keagamaan seseorang, dengan perkataan lain bahwa sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya. Aspek berikutnya adalah Kesehatan sosialterwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.terakhir adalah aspek. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial.

Berupaya untuk tidak sakit.
running in the gymSakit memang sangat menyakitkan terutama bagi yang terkenai sakit, bagi keluar ga dan bagi orang orang terdekatnya, Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa dicegah atau dihindari.Untuk itu marilah kita berupaya menghindari penyakit yang kemungkinan akan datang ke kita.  Melakukan tindakan preventif untuk mencegah adanya penyakit pada diri kita, keluarga, kerabat dan secara umum yang kemungkinan terjadi di masyarakat. Dari diri sendiri mulailah menerapkan pola hidup sehat, contohnya pada usia yang sdh rawan terserang penyakit maka mencoba menghindari makan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, banyak mengkonsumsi makanan yang berserat tinggi (sayur , buah), olahraga cukup, hidup enjoy namun produktif, ikhlas dan berpikir positif dalam menjalani kehidupan. Supaya seseorang lebih mantap dan terprogram dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit hendaknya seseorang memiliki pemahaman tentang penyakit. Beberapa pendapat para ahli disimpulkan bahwa Sakit adalah gangguan dalam fungsi normal individu sebagai totalitas termasuk keadaan organisme sebagai sistem biologis dan penyesuaian sosialnya.(Menurut Pemons, 1972), pendapat lain mengatakan bahwa sakit adalah sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga seseorang menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari baik itu dalam aktivitas jasmani, rohani dan sosial (Menurut Perkins). Terdapat juga pendapat berikutnya bahwa seseorang dikatakan sakit manakalamengalami keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana fungsinya terganggu atau menyimpang. (Menurut Oxford English Dictionary).

Mengapa kita bisa sakit?
sick smilyTidak seorangpun ingin mengalami atau penderita sakit, namun terkadang penyakit datang dan tidak bisa ditolak, tentu saja karena beberapa faktor. Riwayat penyakit pada setiap penderita hampir selalu sama yaitu setiap penyakit selalu didahului oleh adanya pengaruh dari faktor penyebab, proses penyakit selalu dimulai sejak saat masih sehat atau Pre-patogenesis dimana terjadi proses awal sebelum terjangkit suatu penyakit.apabila kondisi tubuh lemah akan terjadi proses berikutnya yaitu terlanjur sakit karena terjadi proses berjangkitnya penyakit, biasanya dimulai dari terjadinya infeksi sampai dengan timbulnya reaksi akhir yaitusakit, kondisi demikian dalam istilah kedokteran adalah Patogenesis atau saat terlanjur sakit. Apabila seseorang sudah terlanjur sakit, maka tindakan yang harus dilakukan adalah pengobatan dan perawatan, Karena yang menderita sakit akan mengalami gangguan fisik, psikis maupun sosial, dukungan orang orang terdekat sangatlah diperlukan, antara lain dengan menciptakan suasana yang nyaman dan tenang, sabar tawakal, bersikap menentramkan penderita dan perilaku lain yang memberi memberi dorongan semangat untuk kesembuhannya. Setelah mengalami pengobatan dan perawatan diharapkan akan terjadi perbaikan menuju kesembuhan, kondisi seperti ini adalah kondisi pasca sakit atau Convalescence.

sick kidMenurut ilmu kedokteran, bahwa Kejadian suatu penyakit, selalu merupakan hasil total interaksi antara 3 faktor, yaitu: daya perusak( agent of disease), ketahanan inang (Host)

a. Daya Perusak, sebagai faktor penyebab sakit atau penyakit adalah sbb;

  • Agen Fisik : Suhu, kelembaban, debu, gas, cahaya, kebisingan, radiasi,dsb
  • Agen Kimiawi : Asam, Basa, Logam, Senyawa Organik, Nutrien, dsb
  • Agen Biologik : Mikroba, Insecta, Allergen, Gigitan hewan, dsb
  • Agen Intrinsik : Gen, Cacat lahir/bawaan;
  • Agen psikologik : Stress mental;

b. Ketahanan Inang (Host), sebagai sasaran Agent penyakit ditentukan oleh
Jumlah Agen Penyakit; Lamanya kontak agen penyakit dengan host; Luasnya kontak agen penyakit dengan tubuh host; Sifat Dasar agen penyakit sendiri misalnya Korosif, Alergen, Toksik, Carcinogenik, Mutagenik, Invasif, dsb, juga begaimana vitalitas jaringan host. Ketahanan Host menghadapi Agen penyakit ditentukan oleh factor genetic dan factor ketahanan mental spiritual, status gizi, kebugaran jasmani dan kekebalan terhadap agent penyakitserta daya dukung lingkungan terhadap daya perusak Agent penyakit atau daya proteksi terhadap host. Sedangkan pengaruh lingkungan terhadap Agent penyakit dapat meningkatkan atau menurunkan jumlah agen penyakit, mempengaruhi lama kontak, luasan kontak dan daya perusak agen penyakit. Udara lembab sangat berpotensi meningkatkan daya tahan kuman diluar tubuh manusia. Sedangkan Ketahanan Host dapat meningkatkan/ menurunkan ketahanan psiko-bio-fisik Host. Contoh produktifitas pertanian mempengaruhi kecukupan gizi penduduk (Ketahanan biologik)

Mengapa seseorang bisa menderita penyakit?
Berikut gambaran tindakan pencegahan sebelum terjadi sakit saat sakit dan paska sakit menurut gambaran riiwayat penyakit, dimana pencegahan primer dilakukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit sebaiknya dilakukan pencegahan supaya tidak terjadi sakit, misalnya dengan makan makanan sehat, berolahraga, perperilaku sehat dan sebagainya. Disaat terlanjur sakit seseorang membutuhkan pengobatan secara intensif, perawatan dan lingkungan yang kondusif baik di lingkungan internal maupun eksternal. Paska sakit (Convalescence) seseorang membutuhkan rehab medik dalam lingkungan internal maupun penanganan medis oleh pihak yang berkompeten.
Faktor penyebab penyakit Hampir selalu multi faktor atau lebih dari satu faktor pemicu/penyebab. Penyakit itu terjadi selalau ada (LAG-Time) atau masa inkubasiantara saat kontak penyebab dengan penderita sampai timbul gejala penyimpangan fungsi/struktur yang subyektif atau obyektif.

Bagaimana kita mencegah penyakit?
Menghentikan proses penyakit sejak sebelum sakit (Pre-Patogenesis) sampai saat meninggal atau pasca sakit, ada tiga tingkatan pencegahan :

a. Pencegahan Primer
Tujuan :
Merubah perilaku tak sehat -> perilaku sehat;

  • Menciptakan Lingkungan yg menekan jumlah dan daya perusak agen penyakit;
  • Mencegah kontak agen penyakit dg Host
  • Meningkatkan ketahanan host

Sasaran : Orang masih sehat
Metode :
– Promotion of Health : Program Gizi, Kesling, Peyuluhan Kes, Sosialisasi Olah Raga, Konseling Jiwa.
– Specific Protection : Imunisasi, Helm, Safety Belts, sepatu panjat

b. Pencegahan Sekunder
Tujuan  :
• Mengatasi masalah kesehatan yang sudah terlanjur terjadi dan mencegahpenularan;
Sasaran :
• Penduduk yang terlanjur sakit
Metode   :
• Early Case Finding : Menemukan penderita sedini mungkin dan mengobati penderita secara tepat;
• Disability Linitation : Membatasi kecacatan;
Contoh   :
• Mensosialisasikan tanda dini penyakit Kusta setiap ada bercak pucat & bebal pd kulit;
• Melakukan operasi radical pada pasien secara dini

c.  Pencegahan Tertier
Tujuan    :
• Mengembalikan fungsi mental, fisik dan sosial pende-rita setelah proses penyakitnya dihentikan
Sasaran   :
• Semua penderita setelah dinyatakan berhenti proses penyakitnya
Metode :
• Pemulihan atau Rehabilitasi mental, fisik dan sosial
Contoh  :
• Melatih Ibu hamil memandikan bayi dan merawat talipusat
• Melatih pasien pasca operasi agar segera bisa bekerja
• Memberikan prothesa mamma post mastektomi

KESIMPULAN
Semua orang mendambakan sehat sempurna dengan kondisi yang terbebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Dan spiritual, namun terkadang penyakit datang tanpa bisa dicegah. Untuk menghindari hal tersebut kita seharusnya memiliki pengetahuan tentang pola hidup sehat dan menerapkannya. Pada dasarnya sebelum penyakit datang maka sudah ada tanda-tanda atau gejala yang terjadi pada tubuh kita, istilah kedokteran menyebutnya pre-patogenesis (masa sebelum sakit). Pada saat seseorang sudah terlanjur sakit berarti sdh adanya agent penyakit yang membawa penyakit ke tubuh orang tersebut dikarenakan host (inang) daya tahan tubuh tidak lagi memiliki kekuatan untuk melawan penyakit. Saat sakit seseorang sangat membutuhkan perlakuan, perawatan dan pengobatan, sehingga diharapkan bisa kembali sembuh dan pulih seperti sedia kala. Setelah sakit demikian pula ada kondisi yang membutuhkan rehabilitas pada istilah kedokteran disebutpasca sakit atau Convalescence, terdapat beberapa kemungkinan kondisi paska sakit, bisa terjadi terdapat cacat seumur hidup, cacat sementara, trauma, stres dan tidak ada kepercayaan diri dan masih banyak lagi kemungkinan kemungkinan yang terjadi. Untuk itu tahap rehabilitas harus dijalankan pada lingkungan rumah, atau rutin dalam penanganan medis . pada kondisi tersebut sangat dibutuhkan dukungan dan suasana yang nyaman, kondusif menenangkan menghibur, terutama dukungan dari anggota keluarga.
Derajat kesehatan seseorang dapat diketahui manakala seseorang mengalami kondisi pre patogenesis, patogenesis, apabila terjadi penurunan kadar penyakit dan memperoleh total kesembuhan , berikutnya menuju kondisi Convalescence, namun apabila kadar penyakit tidak mengalami penurunan dan bahkan cenderung meningkat, maka seseorang akan meninggal.

Leave a Reply