prinsip kerja ic regulator

Pengujian Regulator Alternator Elektronik

Alternator sebagai komponen kelistrikan yang mensuply energi listrik untuk kelistrikan mobil saat mesin hidup oleh sebab itu tegangan harus disesuaikan dengan tegangan kerja rangkaian kelistrikan mobil. Regulator berfungsi untuk menyesuaikan tegangan keluaran alternatordengan tegangan kerja dimana yang diatur adalah tegangan yang masuk pada kumparan medan (rotor). Regulator terdapat dua macam regulator tegangan yaitu regulator tegangan mekanis dan regulator tegangan elektronik, regulator tegangan mekanis pengaturannya pada tegangan positip yang masuk pada kumparan medan (rotor)(pengendali negatip) sedangkan regulator elekronik pengaturannya pada tegangan yang keluar dari kumparan medan (pengendali negatif). Pada regulator elektronik bekerja berdasarkan tegangan keluaran B+ alternator yang masuk ke diode zener dalam rangkaian regulator elektronik dan bekerja secara digital sehingga tegangan diregulasi secara halus antara 14,8 s/d 15 Volt untuk sistem 12 Volt atau 28 volt untuk sistem 24 volt. Berdasarkan prinsip kerja regulator elektronik tersebut dapat dilakukan pengujian regulator secara sederhana dengan mengatur tegangan yang masuk ke B+ dan IG regulator

Fungsi Alternator:
Tugas Alternator : Saat mesin hidup, sebagai

  • Sumber energi untuk seluruh kebutuhan energi listrik dalam mobil
  • Pengisi baterai agar selalu siap pakai

Fungsi Regulator Alternator:
Untuk menyesuaikan tegangan kerja sistem kelistrikan dengan stabil pada setiap perubahan putaran dan beban sehingga sesuai dengan tegangan sistem artinya sistem 12 volt diregulasi antara 14,8 sampai 15 volt, untuk sistem 24 volt diregulasi sampai 28 volt.

Prinsip kerja regulator
Untuk meregulasi tegangan keluaran alternator dilakukan dengan cara mengatur arus yang mengalir ke kumparan rotor (arus medan).

prinsip kerja regulator

Gambar 1. Prinsip Kerja Regulator
(Bosch Technische Unterrictung, Alternator)

Regulator mengatur tegangan ke kumparan rotor dengan menarik dan membebaskan titik kontak sesuai dengan tegangan yang diberikan ke kumparan regulator tegangan. Pada saat alternator berputar dengan rpm rendah dan tegangan keluaran B+ Alternator masih rendah sehingga kumparan regulator belum mampu menarik titik kontakgerak (P), sehingga arus medan akan mengalir ke kumparan rotor melalui P1.
Dalam hal lain, jika alternator berputar dengan rpm tinggi, tegangan keluaran B+ naik melebihi tegangan regulasi (14 Volt atau 28 Volt), tegangan ini dialirkan ke kumparan regulator sehingga oleh kekuatan tarikan yang lebih besar maka P1, akan terputus.
Pada saat titik kontak bergerak menjauhi P1, arus yang ke kumparan rotor melalui resistor R sehingga arus mengalir ke kumparan rotor berkurang, maka tegangan keluaran B+ Alternator turun dan ini akan mengakibatkan gaya tarik pada kumparan menurun sehingga lengan titik kontak akan kembali dan berhubungan dengan P.1 Hal ini akan menaikkan arus yang mengalir pada kumparan rotor dan kemudian titik kontak akan terputus lagi dari P1.
Bila alternator berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, tegangan keluaran B+ Alternator akan naik lebih tinggi memperkuat gaya tarik pada kumparan regulator sehingga menghubungkan titik kontak berhubungan dengan P2. Akibatnya, arus yang melalui resistor akan mengalir ke P2 dan tidak ke kumparan rotor, stator tidak dapat membangkitkan gaya gerak listrik sehingga tegangan alternator turun dan hubungan titik kontak P2 terputus. Sekali lagi tegangan alternator akan naik dan lengan kontak akan tertarik sehingga tegangan keluaran B+ alternator tetap pada tegangan regulasi.

Prinsip Kerja Regulator Elektronik (IC Regulator)
Dalam circuit diagram IC Regulator. Pada saat tegangan output di terminal B rendah, tegangan baterai mengalir ke base Tr2 melalui resistor R1 dan Tr2, ON, pada saat itu arus field ke rotor coil mengalir dari B ke rotor coil ke F ke Tr2 ke E.

prinsip kerja ic regulator

Gambar 2. Prinsip Kerja IC Regulator

Pada saat tegangan output pada terminal B tinggi, tegangan yang lebih tinggi itu dialirkan ke zener diode (ZD) dan bila tegangan ini mencapai tegangan zener, maka ZD menjadi penghantar. Akibatnya, Tr1 ON dan Tr2 OFF. Ini akan menghambat arus field dan mengatur tegangan output.

prinsip kerja ic regulator

Gambar 3. Prinsip Kerja IC Regulator

Melihat prinsip kerja regulator IC tersebut maka dapat disimpulkan bahwa arus medan dikendalikan pada jalur negatifnya (pengendali negative)

Macam Macam Bentuk/Type IC Regulator Alternator

ic regulator nipodenso               ic regulator nipodenso 2

Gambar 4. IC Regulator Nipodenso

ic regulator mitsubishi        ic regulator bosch

Gambar 5. IC Regulator Mitsubishi dan IC Regulator Bosch

Metode Sederhana Pengujian IC Regulator Alternator
Berdasarkan prinsip kerja regulator elektronik maka pengujian regulator elektronik dapat dilakukan sebagai berikut:

Nippondenso Type M                                                      Type Mitsubishi
nippondensi type m                     type mitsubishi

 

type bosch

 

posisi saklar

Jika saklar pada posisi I maka lampu simulator kumparan medan harus menyala. Jika saklar pada posisi II (tegangan baterai ditambahkan dengan dua baterai kecil @ 1.5 volt) lampu simulator kumparan medan harus mati (tanda tegangan regulasi tercapai pada 14 s.d. 15 volt).

Penutup

Pengujian regulator elektronik dilakukan dengan memberikan kenaikan tegangan yang masuk ke B+ dan IG regulator hingga tegangan regulasi tercapai yaitu pada tegangan 14,8 s.d 15 volt untuk sistem 12 volt dan 28 volt untuk sistem 24 volt. Pada tegangan tersebut regulator memutus tegangan yang masuk ke kumparan medan dimana dalam pengujian tersebut kumparan medan digantikan atau disimulasikan dengan lampu kontrol 3 watt. Jika tegangan masih 12 volt lampu akan menyala berarti kumparan medan aktif mengahasilkan medan magnet dan jika tegangan yang berikan 14,8 s.d 15 volt maka lampu akan padam menandakan kumparan medan tidak aktif.

Leave a Reply