Perencanaan Perguruan Tinggi Membentuk Relevansi Pendidikan Dengan Dunia Kerja

ABSTRAK

Asrin, 2009: Perencanaan Perguruan Tinggi Dalam Membentuk Relevansi Pendidikan Dengan Dunia Kerja (Studi Kasus di Politeknik Universitas Brajamukti Kembang). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.

Kata kunci: Perencanaan, politeknik, pendidikan, relevansi dan dunia kerja.

Politeknik sebagai salah satu satuan pendidikan yang mempunyai orientasi pada pemenuhan kebutuhan nasional terhadap tenaga ahli tingkat menengah di dunia kerja bidang industri manufaktur dan jasa. Hal ini dilatarbelakangi dengan kelangkaan tenaga ahli tingkat menengah yang akan memacu sektor industri sekarang ini.

Untuk mengoptimalkan peran dan fungsi politeknik hendaknya dikelola berdasarkan prinsip-prinsip manajemen pendidikan. Salah satu fungsi dalam manajemen pendidikan yaitu perencanaan pendidikan. Perencanaan pendidikan pada politeknik menggunakan pendekatan ketenagakerjaan.

Fokus penelitian ini yaitu: (1) bagaimana visi, misi, dan tujuan politeknik dalam membentuk relevansi pendidikan dengan dunia kerja, (2) bagaimana kekuatan dan kelemahan politeknik dalam membentuk relevansi pendidikan dengan dunia kerja, (3) bagaimana peluang dan tantangan politeknik dalam membentuk relevansi pendidikan dengan dunia kerja, (4) bagaimana kurikulum politeknik dalam membentuk relevansi pendidikan dengan dunia kerja.

Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) visi politeknik memberikan pinjakan filosofis untuk menjadi pelopor pendidikan tinggi profesional, misi politeknik memberikan suatu langkah inovasi pendidikan terus menerus agar dapat berkembang, tujuan politeknik memberikan suatu keinginan kuat menciptakan kondisi yang kondusif bagi terwujudnya peningkatan akuntabilitas, kualitas, dan relevansi pendidikan tinggi. (2) kekuatan politeknik terletak pada sumber daya pendidikan yang dimilikinya cukup memadai baik SDM, sarana prasarana, dan sistem pendidikan yang diterapkan. Kelemahan politeknik masih kurangnya kualitas staf pengajar dalam melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. (3) peluang politeknik yaitu banyaknya lulusan SMU/SMK yang diharapkan menjadi mahasiswa politeknik, kebutuhan pasar kerja terhadap lulusan politeknik cukup tinggi, pengakuan dunia industri terhadap politeknik cukup baik dalam mencetak lulusan yang berkualitas. (4) kurikulum politeknik yang telah diupayakan: (a) melakukan kerjasama dengan industri, (b) melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan standar industri, (c) meningkatkan kualitas staf pengajar, (d) meningkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan.

Leave a Reply