engklek

Permainan Tradisional yang Akan Terlupakan Jika Dibiarkan

Lama kelamaan permainan tradisional dari Indonesia semakin tersisih atau bahkan terlupakan. Mungkin jika kita biarkan anak cucu kita tidak akan tahu permainan apa itu!?
Banyak sekali faktor yang membuat permainan tersebut jarang sekali dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Beberapa faktor diantaranya adalah:

  1.   Tidak andanya lahan yang cukup.
  2.   Adanya perubahan zaman, dimana banyak permainan yang lebih modern.
  3.   Tidak ada yang mewarisi permaian tersebut.
  4.   Tidak ada yang mengajak anak-anak bermain permainan tradisional tersebut.

Banyak sekali permainan yang akan terlupakan atau memang sudah hilang di Indonesia. Inilah beberapa permainan tradisional :

1.    Petak Umpet
petak umpetPermainan ini bisa dimainkan minimal 2 orang, akan tetapi lebih seru jika dimainkan 5 orang lebih. Cara bermain dalam permainan ini salah satu pemain menghitung sambil menutup mata, sambil menunggu pemain selesai menghitung pemain yang lain akan bersembunyi. Jika yang menghitung sudah selesai yang menghitung akan mencari temannya yang bersembunyi tadi.

2.    Gobak Sodor
gobak sodor
Permainan ini bisa dimainkan 2 orang atau lebih, tetapi bila dimainkan oleh sedikit orang tidak seru. Permainan ini biasannya dimainkan 6 orang atau lebih (harus genap) kemudian dibuat 2 tim atau kelompok. Cara bermain permainan ini adalah salah satu kelompok membuat benteng dengan garis. Dimana para pemain yang menjadi benteng hanya bisa bergerak di garis tersebut. Sedangkan pemain penyerang bergerak masuk melewati benteng yang telah dibuat oleh pemain lawan. Tetapi pemain penyerang tidak boleh tersentuh oleh benteng yang bergerak tersebut.

3.    Bentengan
bentengan

bentenganTujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata “Benteng!” Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing-masing. Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi ‘penawan’ dan bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya. Dalam permainan ini, biasanya masing-masing anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata – mata, ‘pengganggu’, dan penjaga ‘benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.

4.    Enggrang
egrang

Permainan ini biasanya membutuhkan tongkat untuk dijadikan enggrang. Tongkat tersebut biasanya dari bambu yang dibuat seperti tongkat biasa namun diberi pijakan untuk berpijak. Cara bermain ini biasanya para pemain berdiri di pijakan enggrang.

5.    Boi-boian
boi-boianPermainan ini biasanya di mainkan 3 orang atau lebih. Sebelum bermain biasanya para pemain menyusun sebuah lempengan-lempengan dari pecahan genting. Setelah selesai menyusun pecahan genting biasanya para pemain akan memilih siapa yang menjadi kucing. Cara bermainnya adalah satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggota lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gantian menjadi penjaga lempengannya.

6.    Lompat Tali
lompat taliPermainan ini biasanya menggunakan tali yang dibuat dari karet yang di jadikan menjadi satu. Cara bermainnya adalah 2 pemain memegangi talinya dan menentukan tingginya. Setelah selesai pemain yang lain akan mencoba melompati tali. Jika pelompat mengenai tali tersebut akan menggantikan pemain yang memegang tali.

7.    Engklek
engklek
Permainan engklek merupakan permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang-bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Permainan engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak dan dilakukan di halaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus mengambar kotak-kotak seperti gambar di bawah ini :
kotak engklek

Dan masih banyak lagi permainan tradisional di Indonesia seperti :

  • Kelereng
  • Congklak
  • Bekel
  • Tulup/Pletokan
  • Gasing
  • Layangan, dan masih banyak lagi

Kita harus menjaga permainan dan tradisi Indonesia agar tidak dimakan zaman.

Leave a Reply