Rasional Kurikulum 2013 (bagian 2)

Selamat siang, sobat jejaring. Tulisan saya kali ini berkaitan dengan pagi tadi masih tentang Rasional Kurikulum 2013. Penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum ada beberapa hal mendasar sebagai komparasi dengan kurikulum sebelumnya antara lain, yaitu:

  1. Jika pada KBK 2004 dan KTSP 2006, SKL (Standar Kompetensi Lulusan) masih diturunkan dari Standar Isi, maka pada Kurikulum 20131 SKL diturunkan dari kebutuhan.
  2. Jika pada KBK 2004 dan KTSP 2006, Standar isi dirumuskan berdasarkan tujuan mata pelajaran yang dirinci menjadi SK dan KD mata pelajaran, maka pada Kurikulum 2013 Standar isi dirumuskan dari SKL melalui Kompetensi Inti yang bebas mata pelajaran.
  3. Jika pada KBK 2004 dan KTSP 2006, pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap, pembentuk keterampilan, dan pembentuk pengetahuan, maka pada Kurikulum 2013 semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
  4. Jika pada KBK 2004 dan KTSP 2006, kompetensi diturunkan dari mata pelajaran, maka pada Kurikulum 2013 mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.
  5. Jika pada KBK 2004 dan KTSP 2006, mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah, maka pada Kurikulum 2013 semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas).

Penyempurnaan pola pikir yang penting untuk dipahami juga antara lain:

  1. Jika pelajaran selama ini hanya berpusat pada guru, maka perlu diubah menjadi berpusat pada siswa (student center).
  2. Jika pelajaran hanya satu arah (guru saja yang berbicara), maka diubah menjadi interaktif (guru menanya, siswa menjawab).
  3. Jika pelajaran masih ter-isolasi di kelas, maka diubah menjadi lingkungan jejaring (tidak harus di kelas).
  4. Jika pelajaran masih pasif, maka diubah menjadi siswa aktif menyelidiki.
  5. Jika pelajaran masih maya/abstrak, maka diubah menjadi konteks dunia nyata.
  6. Jika pelajaran masih bersifat pribadi, maka diubah menjadi pelajaran berbasis tim.
  7. Jika pelajaran masih terlalu luas (semua materi diajarkan), maka diubah menjadi perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan.
  8. Jika pelajaran masih stimulasi rasa tunggal (beberapa panca indera), maka diubah menuju stimulasi ke segala penjuru (semua panca indera).
  9. Jika pelajaran masih menggunakan alat tunggal (papan tulis), diubah menuju alat multimedia (berbagai peralatan teknologi pendidikan.
  10. Jika pelajaran masih berorientasi pada produksi masa (siswa memperoleh dokumen yang sama), diubah menuju kebutuhan pelanggan (siswa mendapat dokumen sesuai dengan keterkaitan potensinya).
  11. Jika pelajaran masih mengikuti cara yang seragam, diubah menuju keberagaman inisiatif individu siswa.
  12. Jika pelajaran masih mempelajari satu sisi pandangan ilmu, diubah menuju pendekatan multi disiplin.
  13. Jika pelajaran masih merupakan penyampaian pengetahuan (pemindahan ilmu dari guru ke siswa), diubah menjadi pertukaran pengetahuan (antara guru dan siswa, siswa dgn siswa lainnya).

Perhatikan tabel berikut tentang beberapa langkah penguatan proses:

prosesq

Perhatikan pula tabel berikut tentang langkah penyesuaian beban guru dan siswa.

beban

Grafik di bawah ini adalah grafik keseimbangan antara sikap (attitude), ketrampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge) untuk membangun Soft Skill dan Hard Skill, mulai dari siswa Sekolah Dasar hingga mahasiswa Perguruan Tinggi.

soft skill dan hard skill

Dari grafik dapat ditarik kesimpulan antara lain, bahwa anak SD sebaiknya lebih diutamakan pelajarannya lebih banyak menguasai sikap yang baik sedangkan ketrampilan pengetahuan lebih sedikit. Pada jenjang SMP pengetahuan dan ketrampilan ditambah sedangkan sikap juga lebih dominan dalam setiap pelajaran. Siswa SMA/SMK memiliki pengetahuan dan ketrampilan lebih banyak lagi sedangkan sikap mulai sedikit. Begitu seterusnya hingga mahasiswa, diharapkan dalam mata kuliahnya memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang lebih banyak dari siswa SMA/SMK sedangkan sikap lebih sedikit.

OK, sobat. Sampai di sini dulu tulisan rasional kurikulum 2013 ini saya lanjutkan. Lain kali kita ketemu lagi dalam artikel dan materi yang berbeda. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply