struktur bumi

Struktur Bumi dan Rotasi Bumi

Struktur Bumi

Bumi merupakan planet yang berbentuk bulat sempurna yang telah dibuktikan oleh beberapa ilmuwan. Bumi merupakan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan karena suhu bumi yang relatif tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah dibandingkan dengan planet lain. Bumi merupakan salah satu dari lima planet yang berbatu dalam sistem tata surya. Tiap meter kubiknya bumi mengandung 5,5 ton bebatuan yang membuat bumi merupakan planet terpadat. Bumi terdiri atas lapisan-lapisan yang memiliki komposisi berbeda, sebagai berikut:

1. Litosfer (lapisan batuan pembentuk kulit bumi atau crust)
Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sfhere/shaira berarti bulatan atau lapisan. Lapisan ini merupakan lapisan bumi yang paling luar dan berbentuk batuan padat. Litosfer terdiri dari dua lapisan, yaitu kerak dan selubung yang tebalnya sekitar 50 – 100 km. Litosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga dapat menimbulkan pergeseran benua. Bentuk permukaan bumi selalu mengalami perubahan meskipun secara perlahan dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Perubahan bentuk permukaan bumi disebabkan oleh adanya tenaga alam yang berasal dari dalam dan luar bumi. Itulah sebabnya mengapa sering terjadi peristiwa bencana alam seperti gempa bumi atau yang lain.

2. Astenosfer (lapisan selubung atau mantle)
Astenosfer merupakan lapisan yang terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar 2.900 km yang berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000 derajat Celcius. Material ini merupakan campuran dari silikon, magnesium dan oksigen dengan besi, kalsium dan aluminium.

3. Barisfer (lapisan inti bumi atau core)
Barisfer merupakan lapisan inti bumi paling dalam yang mungkin terdiri dari besi yang bercampur dengan bahan lain termasuk nikel. Lapisan ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Inti luar (cuter core)
    Inti luar adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar 2.200 km yang tersusun atas materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, panas, dan berpijar. Bersuhu sekitar 3.900 derajat Celcius.

2. Inti dalam (inner core)
Inti dalam adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km dan tersusun atas materi besi dan nikel yang bersuhu sangat tinggi mencapai 5.000 derajat Celcius namun dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gr/cm kubik. Hal ini disebabkan adanya tekanan yang sangat tinggi di bagian-bagian bumi lainnya.

Rotasi Bumi
Rotasi bumi merupakan gerakan bumi yang berputar pada porosnya. Waktu yang diperlukan untuk satu kali rotasi adalah 24 jam (23:56:04) dengan kecepatan rotasi 1.667 km/jam. Waktu yang diperlukan untuk satu kali rotasi disebut dengan kala rotasi.

1. Terjadinya siang dan malam.
Karena bumi berbentuk bulat, maka separuh dari bagian bumi akan terkena pancaran sinar matahari yang disebut siangm dan bagian lainnya yang tidak terkena pancaran sinar matahari menjadi gelap, sehingga terjadilah malam.

2. Pembelokan arah angin.
Pembelokan arah angin atau yang disebut dengan efek coriolis, mengakibatkan angin yang bergerak menuju daerah yang bertekanan rendah tidak menempuh lintasan lurus tetapi melengkung. Kejadian ini hanya terjadi di bumi bagian utara dan selatan saja. Di bagian bumi utara angin berbelok ke arah kanan, sedangkan di bagian selatan angin berbelok ke arah kiri.

3. Perbedaan waktu untuk daerah bujur yang berbeda.
Bagian bumi dibedakan menjadi bagian barat dan timur, yaitu 180 derajat Bujur Timur (BT) dan 180 derajat Bujur Barat (BB). Dalam sekali berotasi seluruh bagian bumi berputar 360 derajat. Garis bujur 0 derajat terletak di kota Greenwich Inggris. Karena itulah kota ini dijadikan patokan waktu internasional yang dikenal dengan GMT (Greenwich Mean Time). Karena rotasi bumi mengarah dari barat ke timur, maka wilayah-wilayah di sebelah timur garis bujur 0 derajat mengalami siang lebih dahulu dibandingkan wilayah-wilayah di sebelah baratnya.

Pada setiap perbedaan garis bujur menunjukkan perbedaan waktu di tempat-tempat tertentu. Karena untuk berputar pada porosnya bumi membutuhkan waktu sekitar 4 menit tiap 1 derajat bujur lingkaran. Maka setiap tempat yang berbeda 15 derajat akan memiliki perbedaan waktu sebesar 1 jam (atau 60 menit). Negara Indonesia membentang sejau 46 derajat bujur, karena terletak di garis bujur 95 derajat BT dan 141 derajat BT. Jika setiap 15 derajat bujur terdapat perbedaan waktu 1 jam, maka di Indonesia terdapat tiga pembagian daerah waktu yaitu WIB, WITA dan WIT.

4. Terjadinya gerak semu matahari dan benda-benda langit lainnya.
Gerak semu ini menunjukkan bahwa seolah-olah matahari terbit di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Pada kenyataannya bumilah yang bergerak dari arah barat ke timur. Begitu pula benda-benda langit lainnya.

5. Perbedaan percepatan gravitasi bumi.
Percepatan gravitasi bumi di daerah kutub lebih besar daripada di daerah khatulistiwa. Karena bentuk bumi tidak bulat sempurna, di daerah khatulistiwa mengembung dan di kedua kutubnya agak pepat sehingga jari-jari bumi di daerah khatulistiwa lebih besar daripada di daerah kutub. Percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari bumi.

Leave a Reply