Tag Archives: Strategi Bisnis Yang Harus Dihindari Pengusaha

kurang profesional

Strategi Bisnis Yang Harus Dihindari Pengusaha

Para sahabat  jejaring yang setia…… Apa kabar kalian hari ini? Mengalami kegagalan dalam membangun sebuah usaha, tentunya menjadi salah satu pengalaman berharga bagi para pengusaha. Lika-liku perjalanan bisnis yang terakadang diwarnai dengan hadirnya batu-batu kerikil, halangan dan rintangan memaksa para pengusaha untuk bisa memilih strategi bisnis yang tepat agar tidak masuk ke lubang kegagalan yang lebih dalam. Karenanya, untuk menjauhkan para pelaku usaha dari lubang kegagalan, pada kesempatan kali ini jejaring akan menuliskan artikel tentang beberapa strategi bisnis yang perlu dihindari para pengusaha agar bisnisnya bisa berjalan dengan lancar.

1. Jangan Terlalu Konsumtif Membelanjakan Anggaran

konsumtif anggaran

Ketika mengawali sebuah usaha, terkadang para pengusaha membelanjakan uangnya dengan terlalu semangat. Sehingga tidak heran bila modal awal yang seharusnya bisa ditekan seminimal mungkin, menjadi over budget karena Anda membelanjakan beberapa perlengkapan maupun bahan baku yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan pada tahap awal mendirikan usaha.

 2. Jangan Terlalu Gegabah Dalam Berhutang

jangan gegabah dalam berhutang

Kebiasaan para pemula yang terlalu gegabah dalam berhutang, terkadang menjadi sebuah pilihan yang kurang tepat manakala bisnis yang direncanakannya belum bisa berjalan dengan lancar. Sebab, mengandalkan pinjaman bank/lembaga keuangan lainnya dalam memulai usaha baru, hanya akan memberikan tambahan beban bagi Anda yang belum mendapatkan omset secara pasti. Akan lebih bijak apabila Anda mengajukan pinjaman (berhutang) ketika bisnis Anda mulai berjalan dengan lancar dan mulai tertarik berekspansi untuk meningkatkan kapasitas produksi.

 3. Kurang Profesional Dalam Menjalankan Usaha

kurang profesional

Meskipun bisnis yang Anda rintis masih terbilang sangat kecil, namun usahakan untuk selalu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab dan profesional dalam mengatur usaha. Pisahkan semua urusan pribadi Anda dengan urusan bisnis, dan kerjakan tugas utama Anda sebagai pengusaha layaknya Anda sedang memimpin sebuah perusahaan besar. Mulailah dengan memisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi, memisahkan ruang kerja dengan ruang keluarga, dan pastikan Anda selalu bijak dalam membagi waktu kerja dan waktu untuk keluarga.

 4. Jangan Mengesampingkan Strategi Pemasaran

strategi pemasaran penting

Dalam merintis sebuah usaha, kebanyakan pengusaha lebih fokus memproduksi produk sebanyak-banyaknya ketimbang memikirkan strategi pemasaran yang akan mereka jalankan. Kondisi inilah yang membuat sebagian besar pengusaha mengalami kesulitan dalam memasarkan produk-produknya. Sehingga tidak jarang kita menemukan pelaku UKM yang masih terus berproduksi, namun penjualan produk belum berkembang dengan optimal.

 5. Jangan Berekspansi Dengan Persiapan Yang Belum Matang

ekspansi pemasaran

Pada dasarnya banyak pengusaha yang ingin mengembangkan sayap bisnisnya dalam waktu yang relatif singkat. Namun sayangnya, sebagian pelaku usaha cenderung tergesa-gesa dalam berekspansi dan belum membentengi bisnisnya dengan manajemen perusahaan yang benar-benar matang. Kondisi inilah yang akhirnya bisa memancing beberapa permasalahan baru, sehingga tidak heran bila banyak pelaku usaha yang belakangan ini gagal mempertahankan kerajaan bisnisnya karena mereka belum siap dengan resiko usaha yang menghadang di depan mereka.