Pengertian, Manfaat dan Teknik Analisis Tugas

By | Februari 25, 2019

Pengertian Analisis Tugas

Analisis tugas merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam mencapai interaksi manusia dan komputer yang lebih optimal. Analisis tugas adalah tahapan atau proses untuk menganalisis setiap perincian tugas yang dilakukan manusia. Sehingga keluaran yang dihasilkankan adalah semua hal yang berkaitan dengan perencanaan, urutan tindakan, dan apa saja yang digunakan dalam menyelesaikan tugas berdasarkan teknik tertentu yang digunakan manusia.

Manfaat Dari Analisis Tugas

  • Manual dan pengajaran ? analisis tugas berfungsi untuk membuat manual suatu sistem yang digunakan oleh manusia untuk mengenali cara kerja suatu sistem sehingga manusia memperoleh pengajaran secara manual.
  • Menangkap kebutuhan dan merancang sistem ? dari hasil analisis tugas kita dapat menangkap berbagai komponen kebutuhan sistem yang akan dipakai selanjutnya untuk merancang sistem baru.
  • Merancang antarmuka ? dari setiap kebutuhan sistem yang kita tangkap akan ditemukan klasifikasi tugas atau objek yang akan digunakan dalam perancangan antarmuka dan menghubungkan antara objek yang satu dengan yang lain dengan aksi tertentu. Hal ini berkaitan dengan perancangan berorientasi objek atau yang lebih dikenal dengan OOP (Oriented Object Programming).

Teknik analisis tugas ada 3 yaitu :

  1. Dekomposisi tugas
  2. Analisis berbasis pengetahuan
  3. Teknik berbasis relasi entitas.

Baca Juga: groupware

Dekomposisi Tugas

Teknik ini dilakukan dengan cara memisahkan tugas ke dalam urutan sub tugas yang bertujuan untuk menjelaskan aksi yang dilakukan manusia, mejelaskan secara terstruktur tugas-tugas didalam hirarki sub tugas dan urutan sub tugas.

Contoh: Deskripsi Tekstual HTA ( dalam rangka Membuat Dokumen dengan Ms. Word)

  1. Siapkan laptop/ PC
  2. Sesuaikan semua alat yang akan dihubungkan ke laptop/ PC
  3. Periksa ketersediaan software pada laptop/ PC
  4. Jika belum tersedia software maka lakukan penginstalan
  5. Buka aplikasi
  6. Pengaturan awal lembar kerja
  7. Pengaturan ukuran kertas dan posisi lembar kejar
  8. Pengaturan margin
  9. Pengaturan jenis dan ukuran huruf
  10. Pengetikan naskah pada dokumen
  11. Simpan Dokumen
  12. Perencanaan
  13. Rencana 0: kerjakan 1-2-3-5-6-7-8 dalam urutan.
  14. Rencana 1: ketika software belum tersedia, kerjakan 4 setelah urutan 3.
  15. Rencana 2: kerjakan sembarang 6.1, 6.2, dan 6.3 tergantung dari pola pengguna dalam menyelesaikan dokumen.

Analisi Berbasis Pengetahuan

Analisis ini dimulai dengan mendaftar semua objek dan aksi yang terlibat dalam tugas dan kemudian membangun taksonominya.Salah satu metode yang digunakan adalah tugas deskripsi pengetahuan (Task Analysis for Knowledge Description/ TAKD) memakai format taksonomi khusus yaituTask Deskriptive Hierarchy (TDH).

Ada 3 tipe notasi dari taksonomi yaitu:

  • XOR (Taksonomi Normal), objek berada dalam satu-satunya cabang atau sebuah objek hanya merupakan bagian dari suatu kategori.
  • AND, objek harus ada pada keduanya.
  • OR, objek dapat pada satu, banyak, atau tidak ada cabang, digunakan jika objek bagian dari suatu atau lebih kategori.

Teknik Berdasarkan Relasi Entitas

Berasosiasi dengan basis data pada model database entitas dan mewakili sistem contoh tabel dan atribut pada analisis tugas serta menekankan pada objek.Aksi dan hubungan diantaranya, mirip dengan analisis berbasis objek tetapi mengikutsertakan entitas non-komputer dan penekanan pada pemahaman domain, bukan implementasi.
Pada teknik ini juga dilakukan pengklasifikasian dan pengujian namun lebih dititik beratkan pada relasi antar aksi dan objek daripada kemiripannya.

  • Objek
    Terdiri dari 3 kelompok:
    1.Objek kongkret: sesuatu yang sederhana
    2.Aktor
    3.Aktor komposit: staff, resep,Suatu objek memiliki atribut.
  • Aksi
    Aksi mengubah kondisi sesuatu (patient) menggunakan sesuatu (instrument) dan dialkukan oleh seseorang (agent).
    Contoh: Karyawan (agent) mengetik (action) dokumen ( patient) dengan keyboard (instrument).
  • Kejadian
    Kejadian (event) adalah sesuatu yang sedang berlangsung.
    Contoh 1: Dinda menanam pohon ( ini merupakan kejadian aksi yang dilakukan oleh Dinda).
    Contoh 2: Pohon bertambah tinggi 2 cm (ini merupakan kejadian spontan dan agent tidak bertanggungjawab terhadap suatu peristiwa ).
    Contoh 3: Pada sore hari (ini merupakan kejadian berdasarkan waktu).
  • Hubungan
    Hubungan (relationships) merupakan suatu hubungan antara objek, aksi, dan kejadian.
    Contoh E/R – Objek dan aksi sebagai berikut:
    Object Ibu human actor
    Actions:
    A1: memberi tahu Dinda anaknya untuk membuat mie rebus
    Object Dinda human actor
    Actions
    B1: Menyiapkan peralatan masak
    B2: Mencampur semua bahan
    B3: Merebus mie dan memasukan semua bahan
    B4: Menyajikan mie rebus kedalam mangkok
    Object panci simple
    Attributes
    Ukuran kecil-besar
    Object kompor simple
    Attributes
    Ukuran api kecil-besar
    Object mie rebus simple
    Actions
    C1: matang
    Events
    Ev1: direbus
    Relations: object-object
    Social (Dinda, Ibu)
    Dinda adalah anaknya si ibu.
    Relations: action-object
    Patient(A1,Dinda)
    Ibu memberi tahu dinda anaknya untuk membuat mie rebus)
    Instrument(B1,Kompor)
    Dinda menyiapkan peralatan masak diatas kompor berapi sedang.
    Instrument(B3,Panci)
    Dinda merebus mie dan memasukan semua bahan dengan menggunakan panic berukuran sedang
    Relations: action-event
    Penyebab(C1,Ev1)
    Mie rebus matang karena direbus.

Baca Juga: Jenis-jenis Evaluasi

Sumber Informasi dan Pengumpulan Data

Seorang analis harus mengumpulkan data yang releven secepat dan seekonomis mungkin.Bahkan bila mungkin, harus dapat memaksimalkan penggunaan sumber informasi murah yang sudah ada sebelum melakukan pengumpulan data yang memakan biaya.

Berikut ini adalah beberapa sumber informasi yang dapat dipergunakan untuk membuat analisis tugas:

  • Dokumentasi : Sumeber data yang mudah didapat adalah dokumentasi yang ada di organisasi, seperti bukumanual, buku instruksi, materi training dan lain sebagainya.
  • Observasi: Observasi langsung baik secara formal maupun informasi perlu dilakukan jika seorang analais ingin mengetahui kondis dn pengerjaan tugas.
  • Wawancara: Bertanya pada seorang yang ahli pada bidang tugas yang akan dianalisis sering merupakan cara yang cepat untuk mendapatkan informasi mengenai suatu tugas.
  • Analisis Awal : Untuk tahap awal dilaukan dengan mendaftar objek dan aksi dasar. Cara mudah dapat ditempuh adalah dengan menelusuri dokumen-dokumen yang ada dan mencari kata benda yang akan menjadi objek serta kata kerja yang akan menjadi aksi.
  • Pengurutan dan Klasifikasi: Ada beberapa teknik untuk membuat klasifikasi dan pengurutan entri berdasarkan beberapa atribut. Beberapa analis melakukan pengurutan dan klasifikasi sendiri namun ada juga yang dibantu oleh ahli berdasarkan bidang analisis.

Penggunaan Hasil Analisis Tugas

Analisis tugas menghasilkan sebuah output yaitu berbentuk perinician dari tugas yang dilakukan orang, teknik yang mereka gunakan, alat yang digunakan serta rencana dan urutan aksi untuk melaksanakan tugas tersebut. Berikut ini adalah contoh tiga jenis penggunaan output analisis tugas, yaitu:

  • Manual dan Pengerjaan
  • Pendefinisian Kebutuhan dan Perancangan Sistem
  • Perancangan Detail Interface

Demikian pembahasan mengenai Teknik Evaluasi, jangan lupa share jika bermanfaat. [jejar1ng.web.id]