Belajar Javascript Dari Nol !!!

By | Januari 30, 2019

Sejarah Javascript

Sejarah javascript dimulai sekitar tahun 1994, ketika internet dan website sedang mengalami perkembangan pesat. Pada saat itu umumnya website menggunakan bahasa pemrograman Perl yang pemrosesannya dilakakukan di sisi server.

Kelemahan pemrosesan di sisi web server adalah, setiap instruksi dari user harus dikirim terlebih dahulu kepada web server, baru kemudian ditampilkan lagi di dalam web browser. Karena kecepatan rata-rata koneksi internet yang terbatas, hal ini dipandang tidak efisien. Programmer web membutuhkan bahasa pemograman client-side yang bisa berjalan di web browser tanpa harus dikirim ke server.

Pada tahun 1995, Brendan Eich seorang programmer dari Netscape mulai mengembangkan sebuah bahasa pemograman script yang dinamakan Mocha. Netscape pada saat itu merupakan perusahaan software ternama yang memiliki web broser Netscape Navigator.

Bahasa script Mocha ini ditujukan untuk client-side dan juga server-side. Dalam perkembangan selanjutnya, nama Mocha diubah menjadi LiveScript untuk versi client-side, dan LiveWire untuk versi server-side.

Pada saat bahasa pemograman tersebut akan dirilis, Netscape mengadakan kerjasama dengan Sun Microsystems untuk mengembangkan LiveScript, dan tepat ketika Netscape Navigator 2 dirilis, Netscape merubah nama LiveScript menjadi JavaScript dengan tujuan bahasa baru ini akan populer seperti bahasa Java yang saat itu sedang booming di kalangan programmer. Versi JavaScript ini dinamakan dengan JavaScript 1.0.

Baca Juga: Tombol kombinasi keyboard

Apa itu Javascript

Setelah anda membaca tentang sejarah Javascript yang telah dijelaskan diatas. mungkin anda akan bertanya tanya, Samakah Javascript dengan Java? YA, tepat jawabannya beda, Java merupakan bahasa pemrograman berorientasi objek. Berbeda dengan Javascript yang bukan bahasa pemrograman berorientasi objek. Java memerlukan Java Virtual Machine untuk menterjemahkan, sedangkan Javascript merupakan bahasa yang di interpretasikan langsung oleh browser. Gimana?? sudah mengerti perbedaannya?? mari kita cari tau lebih dalam lagi mengenai javascript.

Javascript adalah bahasa pemrograman yang bersifat client side scripting yang eksekusinya berada di sisi client. client disini adalah browser, seperti : Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Google Chrome, Netscape dan Opera,

Kenapa kita harus mengerti Javascript?

Menurut pengalaman saya dalam membuat aplikasi, javascript menjadi modal utama dalam menunjang pembuatan aplikasi, ada beberapa teknik PHP tidak dapat mengatasinya, dengan kata lain membutuhkan bantuan javascript, seperti membuat pop-up, addrow validasi, dan sebagainya.

Javascript bersifat case sensitive artinya huruf kecil dan huruf besar adalah berbeda. Setiap baris kode Javascript *dipisahkan baris baru atau juga titik koma (;). Komentar dalam javascript deawali dengan // atau ditulis diantara /* dan */.

Variable

Javascript memiliki sifat Weakly Typed yang berarti Javascript tidak membutuhkan pendeklarasian tipe data, kita hanya perlu mendeklarasikan nama variable dan isinya, Sedangkan tipe data seperti string, integer atau float tidak perlu kita sebutkan. Penamaan variable javascript harus berdasarkan aturan berikut :

  • harus diawali huruf kecil, huruf besar, garis bawah ( _ ) atau $.

    Sebagai contoh :

    iniVariable;
    INI_VARIABLE;
    _variableku;
    $ini_variable;
    ini_variable123;
  • Tidak boleh diawali dengan angka, @, *, #, !, %,(,),-,+.

    Sebagai contoh :

    @variable_salah;
    123_salah;
    *_variable_salah;
    !_variable_salah;
    %_variable_salah;
    #$variable_salah;
  • Tidak boleh mengandung spasi

    Sebagai contoh :

    variable ku;
    ini bukan_variable;
  • Tidak diperkenankan menggunakan keywords yang ada di Javascript sebagai variable.
    Untuk keywords yang dimaksud adalah : Abstract, boolean, break, byte, case, catch, do, double, else, extends, false, final, implements, import, in, true, try, typeof, var void, while, white, this, throw, transient, char, class, const, continue, default, delete, finally, float, for, function, goto, if, instanceof, int, interface, long, native, new, null, package, private, protected, static, super, switch, synchronized.contoh :

      <script>  var x = 10;  var nama = "jejaring.web.id"; </script

Baca Juga: Belajar Javascript

Operator

Operator adalah karakter khusus yang berupa symbol atau tanda yang digunakan untuk mengoprasikan (memproses) dua operand atau lebih untuk mendapatkan hasil. Sama seperti pada bahasa pemograman lain ada tiga jenis operator pada java script yaitu aritmetika, assigment dan pembanding.

  1. Operator Aritmatika
    Operator artmetika digunakan untuk menghitung operasi matematika, seperti matematika operator aritmetika pada java script terdapat penjumlahan, pengurangan, pembagian, Dll. Lihat tabel di bawah

    OperatorDefinisiContoh
    +Penambahan2 + 2 = 4
    Pengurangan4 – 2 = 2
    *Pengalian4 * 2 = 8
    /Pembagian8 / 2 = 4
    %Modulus (sisa hasil pembagian)5 % 2 = 1
  2. Operator Aritmatika
    Operator assigment di gunakan untuk memberi nilai pada suatu varibel dengan tanda sama dengan ( = ), penulisan operator assigment memudahkan kita mempersingkat script contoh :

    Shorthand OperatorDefinisiArtinya
    x+=yDitambah denganx = x + y
    x-=yDikurangi denganx = x – y
    x*=yDikali denganx = x * y
    x/=yDibagi denganx = x / y
  3. Operator Pembanding
    Operator pembanding digunakan untuk membandingkan suatu nilai variabel.

    OperatorDefinisiContoh
    ==Sama denganvar variableku == “test”
    !=Tidak Sama denganx != y
      >Lebih Besar dari10 > 7
      <Lebih kecil dari7 < 10
      >=Lebih Besar sama dengan darix >= y
      <=Lebih kecil sama dengan darix <= 7
  4. Operator Logika
    Shorthand OperatorDefinisiContoh
    &&Danx>=5 && x<10
    ||Ataux == 6 || x == 12
    !Bukan!expression

Baca Juga: Tutorial dan Contoh Menu Responsive

Statement (Kondisional)

Kondisi berguna untuk mengecek suatu kondisi dan melakukan suatu kode jika kondisi tersebut salah atau benar.

  1. IF
    Gunakan jika pernyataan untuk mengeksekusi beberapa kode hanya jika kondisi tertentu adalah benar.
    Sintaks-nya :

     if(kondisi){    Kode yang dijalankan jika benar }

    Script if.php

      <script type="text/javascript"> var x=1; if(x==1){ alert("x berisi nilai 1"); } </script>
  2. IF-ELSE
    Gunakan If … else untuk mengeksekusi beberapa kode jika kondisi benar dan kode lain jika kondisi tidak benar
    Sintaks-nya :

      if(kondisi){    Kode yang dijalankan jika benar }else{    Kode dijalankan jika salah }

    Script ifelse.php

      <script type="text/javascript"> var x=5; if(x==10){ alert("sama"); }else{ alert("tidak sama"); } </script>
  3. IF-ELSE IF-ELSE
    Gunakan if….else if…else pernyataan untuk memilih salah satu dari beberapa blok kode yang akan dieksekusi.
    Sintaks-nya :

     if(kondisi 1){    Kode yang dijalankan jika kondosi 1 benar }else if(kondisi 2){    Kode yang dijalankan jika kondisi 2 benar }else if(kondisi 3){    Kode yang dijalankan jika kondidi 3 benar }else{    kode jika salah satu kondidi yang diatas tidak ada yang benar }

    Script ifelseifelse.php

      <script>  var nilai = 80;  if(nilai >= 85){   alert("A");  }else if(nilai >= 70 && nilai < 85){   alert("B");  }else if(nilai >= 60 && nilai < 70){   alert("C");  }else{   alert("D");  } </script>
  4. SWITCH
    Sama seperti if-elseif-else, berguna jika membutuhkan kondisi yang banyak.
    Sintaks-nya :

     switch(expresi){  case kondisi 1 :    kode yang dijalankan jika kondisi 1 benar;    break;  case kondisi 2 :    kode yang dijalankan jika kondisi 2 benar;    break;  case kondisi 3 :    kode yang dijalankan jika kondisi 3 benar;    break; }

    Script switch.php

       <script>  var hobi = "sepakbola";  switch(hobi){   case "musik": alert("Hobinya adalah musik"); break;    case "sepakbola": alert("Hobinya adalah sepakbola"); break;    case "olahraga": alert("Hobinya adalah olahraga"); break;  } </script>

Looping (Perulangan)

Perulangan berguna untuk melakukan sesuatu secara berulang ulang sebanyak jumlah yang ditentukan dan akan berakhir pada kondisi yant telah ditentukan.

  1. For
    Berguna untuk pengulangan yang sudah ditentukan terlebih dahuu jumlah pengulangannya

    Sintaks-nya :

     for(awal; kondisi; penambahan){  kode untuk dijalankan }

    Scrip For.php :

     <script> for(i = 1; i<= 10; i++){ document.writeln(i); } </script>
  2. While
    Berguna untuk menjalankan suatu kode terus-menerus selama kondisi bernilai TRUE.

    Sintaks-nya :

     while(kondisi){  kode untuk dijalankan }

    Scrip while.php :

     <script> var i=1; while(i<=5){ document.write("Nomor : "+ i + "br"); i++; } </script>

mungkin hanya ini untuk pengenalan javascript. untuk tutorial selanjutnya kita akan membahas tentang Javascript HTML DOM. semoga artikel ini bisa membantu teman teman yang baru belajar Javascript. jika ada pertanyaan, kritik atau saran untuk kemajuan blog ini, silakan komen pada kotak komentar dibawah ini.